Mariologi dalam Gereja Katolik Roma adalah sebuah bagian teologi yang berhubungan dengan Maria, Sang Bunda Allah. Dengan julukannya juga sebagai Sang Perawan Suci karena ia adalah Ibu Tuhan, ia memiliki sebuah martabat yang tak terhingga yang berasal dari kebaikan yang tak terhingga pula, yakni Allah.[1] Secara teologis, Mariologi Katolik Roma tidak hanya membahas kehidupannya saja, namun juga membahas berbagai penghormatan kepadanya dalam kehidupan sehari-hari, doa-doa, serta kesenian, musik dan arsitektur yang bertemakan Maria dalam kehidupan Kristiani hari ini, masa lalu dan sepanjang masa.
Mariologi Katolik Roma masih dan terus menerus dibentuk tidak hanya oleh ensiklik kepausan tapi juga oleh hal-hal lain yang saling mempengaruhi mulai dari tulisan-tulisan para orang-orang suci gereja hingga berbagai pembangunan gereja-gereja agung yang didedikasikan untuk Maria di lokasi-lokasi penampakannya pada anak-anak di pegunungan terpencil yang diterima sensus fidelium (berdasarkan keimanan bersama). Di beberapa kasus, sensus fidelium terkadang mempengaruhi keputusan-keputusan kepausan mengenai Maria, melengkapi Mariologi dengan komponen “teologi rakyat” yang membedakannya dari komponen-komponen teologi formal lainnya. Dalam hal kepopuleran dilihat dari jumlah pengikut, keanggotaan di dalam gerakan dan perkumpulan yang berorientasi pada Maria tumbuh dengan jumlah yang sangat berarti di abad ke-20.
Google Search
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment